Install this theme
Kau tak harus mencintai, tapi kau harus tegas dengan urusan hati!
@istijabatissa

Dirimu dan aku tak banyak buang waktu. Terus mencari jawaban mencari alasan, cinta~

I am not pretty. I am not beautiful. I am as radiant as the sun.

Suzanne Collins, The Hunger Games (via kushandwizdom)

More good vibes here

(via quotelounge)

inspirasi-islami:

Cinta bukan tentang berapa lama aku bisa menunggu untuk seseorang, tetapi tentang seberapa baik aku mengerti bahwa mengapa aku menunggu…

inspirasi-islami:

Cinta bukan tentang berapa lama aku bisa menunggu untuk seseorang, tetapi tentang seberapa baik aku mengerti bahwa mengapa aku menunggu…

Meski malam mulai meraba, bulan tetap cantik dengannya. Meski jauh jiwa dan raga, izinkan cinta menyatukannya.
Menulis Rasa

Bagi sebagian orang, blogging adalah hal yang sangat menarik. Menuliskan artikel kehidupan, berbagi pengalaman, dan ada beberapa yang semakin asyik dibumbui dengan candaan. Membacanya pun menyenangkan.

Begitu juga, ada dari kita yang lebih memilih menjadi content writer pada sebuah web. Menuliskan segala hal yang berhubungan. Agar nampak cerdas beberapa hal disambung-sambungkan. Cadas!

Tidak mudah untuk menjadi seorang penulis-apapun. Ia harus cerdas, berwawasan luas dan pandai merangkai kata yang pas. Bukan hanya pada lembaran kertas, kini semakin canggih di era digital yang panas. Lalu, apa yang masih diragukan dari seorang penulis-kelas?

Aku hanyalah seorang pelajar yang suka membaca. Masih dan harus banyak belajar, menulis. Ya, sepertinya menyenangkan pandai menulis. Bisa bercerita dan berbagi dengan semua, dengan dunia. Apa yang dilihat, apa yang pernah dilakukan dan apa-apa yang ingin disampaikan, tulis!

Tapi aku belum secerdas sastrawan ataupun penulis yang matang dan berkemampuan. Aku hanya menulis apa yang aku rasakan. Menyampaikan apa yang ada diangan. Dan menyematkannya dengan penuh harapan.

Aku menulis rasa. Menulis rasa. Rasa.

Terkadang pengalaman jadi pelajaran, tapi sulit rasanya untuk berbagi dengan teman, khususnya lewat media sosial, tulisan. Sepertinya lebih mudah mengumbar rasa daripada angan-angan. Ah entahlah, yang pasti sekarang aku sedang membangun keyakinan. 

Menulis rasa, tak mungkin kadaluwarsa.

istijabatissa

Selamat sore senja, indahnya pesonamu selalu berhasil membuatku amnesia. Maukah kau untuk setia? Berjanji menemaniku selamanya?
@istijabatissa
Aku tak tahu ini penyakit jiwa atau malah sudah gila. Yang aku tahu cinta itu setia, hanya kita berdua. Ya, tak ada dia, yang ketiga.
@istijabatissa
Good morning, September! Don’t you remember when you said that our love will last forever?! I hope everything gonna be better.
@istijabatissa
it’s all happened coz the wrong choises. But there good effect, someday :) 

it’s all happened coz the wrong choises. But there good effect, someday :) 

Boneka dan Kata

Aku bukan tipe wanita yang menyukai kartun atau gambar-gambar lucu nan imut layaknya boneka. Aku lebih suka hal-hal yang berkaitan dengan tulisan dan kata-kata. Tapi aku juga bukan orang yang fanatik akan satu hal saja, aku lebih suka memilih jalan tengahnya. Sebisa mungkin biasa-biasa, tidak di kubu B maupun kubu A.

Tapi entah kenapa tidak begitu dengan perasaan -yang biasa disebut- cinta. Kurang lebih 6 tahun sejak aku mengenal dan dekat dengannya. 5 tahun sudah berlalu, tapi.. dimana diriku? Aku masih tak tahu. Rasa itu masih mengganggu, meski tak sesering dulu. Ya, tak bisa dipungkiri, aku masih mencintai.

Aku bukan wanita manja yang suka dengan boneka, tidak seperti wanita pada umumnya. Aku lebih suka Typograph dan rangkaian kata, bukan sekedar rayuan gombal tak bermakna. Kesalahan dimasa lalu membuatku belajar untuk menjadi lebih dewasa. Bahwa segala sesuatu ada waktu dan pemiliknya. Jika memang bukan sekarang, mungkin esok entah kapan. Jika memang bukan untukku, mungkin kau memang diciptakan untuknya. Ya, dia. Yang dulu pernah ku anggap sebagai orang ketiga.

Terkadang aku bingung, harus menunggu atau membiarkan semuanya berlalu. Sulit rasanya menentukan pilihan untuk hal yang satu itu. pikiran selalu membujuk dan memintaku untuk membiarkannya berlalu, mencari yang baru. Tapi apa daya ketika hatiku memohon tuk terus menunggu, meski diriku semakin membiru, kelu.

Jika memang kau menyukai wanita manja, maafkan aku yang tidak suka boneka. Tapi ijinkan ku lakukannya dengan kata. Kan ku tulis sepenuh hati dengan tinta yang aku punya. Dengan font terindah yang aku bisa. Dan dengan cinta sepenuh hatiku, pastinya.

Solo, 31/8/14

Istijabatis Sanati